Manajemen ASI Perah (ASIP) Untuk Ibu Bekerja

Postingan ini adalah salah satu dream post buat saya. Pengeeen banget cerita tentang manajemen asi perah for working mom. Menulis setiap kata di postingan ini seperti menuliskan sejarah, nostalgia, napak tilas dan salah satu kenangan yang penting di hidup saya. Yes, breastfeeding is a prestigous achievement for me. Haha.. melebay nih tampaknya..

Pengalaman saya, ada setidaknya ada 2 faktor penentu keberhasilan menyusui sambil bekerja yaitu inside dan outside factor. Inside factor meliputi semua faktor yang asalnya dari diri si ibu sendiri, misalnya keyakinan (PD bahwa asi cukup), kemampuan breastmilk expression (baik menggunakan tangan maupun alat bantu breastpump), pelaksanaan manajemen asip yang baik. Outside factor adalah faktor pendukung di luar si ibu misalnya dukungan keluarga, kebijakan di tempat kerja, cara pemberian asip oleh yang mengasuh bayi saat ibu bekerja sampai nursing gadget (istilah saya untuk peralatan menyusui) yang digunakan.

image
Harta karun asip untuk Ilan

Dalam posting kali ini saya mau berbagi tentang manajemen asip ibu bekerja. Eh tapi lebih tepatnya cerita pengalaman saya sendiri yang sampai saat tulisan ini dibuat masih ketar ketir berjuang memberikan asi sambil bekerja untuk Ilan. Manajemen asip versi saya ini tentunya kompilasi yang saya pelajari dari berbagai sumber, diantaranya manajemen asip versi ID_ayahasi, versi AIMI (penyimpanan), versi AIMI (pencairan), versi kellymom, versi mommiesdaily dan protokol yang dikeluarkan oleh The Academy of Breastfeeding Medicine Clinical Protocol Committe (yang dapat diunduh di sini).

Sebelum saya mulai cerita manajemen asip versi saya, lebih enak kalo dilihat dulu daftar nursing gadget saya yang pernah saya posting di sini. Nah manajemen asip yang saya maksud di sini adalah proses pengaturan asip dari mulai diperah/pompa sampai disajikan buat Ilan. Kita bagi dengan 3 bagian: memerah/memompa asip, menyimpan asip dan mencairkan asip.

Memerah/memompa asip
Selain dihisap oleh bayi, asi dapat dikeluarkan dengan diperah/dipompa. Untuk memerah asi dapat menggunakan teknik marmet. Teknik tersebut lebih hemat dan lebih praktis karena tidak perlu berulang kali mencuci steril pompa dan pernak perniknya. Untuk dapat menguasai teknik marmet perlu latihan yang intensif. Saya sih sudah berlatih dan dapat dikatakan masuk kategori “bisa”, tetapi ngga jago. Cenderung berantakan sehingga asip banyak yang berceceran dan saya juga kurang sabar, jadi lebih memilih menggunakan bantuan breastpump. Selanjutnya proses mengeluarkan asinya saya sebut pumping saja ya (lebih enak disebut daripada mompa :P).

Prinsip produksi asi adalah supply meet demand. Artinya jumlah asi yang diproduksi sesuai/mengikuti kebutuhan bayi. Jadi, semakin sering dikeluarkan maka produksi juga akan semakin meningkat. Dalam hal ini, hormon yang bekerja adalah hormon prolaktin. Hormon prolaktin akan bekerja maksimal bila payudara kosong, karena payudara yang kosong adalah indikator diperlukannya produksi asi. Oleh karena itu, kunci utama banyaknya produksi asi adalah “sering dikeluarkan”.

Biasanya bayi yang baru lahir menyusu 1-3 jam sekali. Sehingga para ahli menyarankan untuk pumping 1-3 jam sekali demi mempertahankan produksi asi dan memanipulasi otak agar terus menginstrusikan produksi asi. Nah dalam hal ini saya termasuk bandel nih. Saya mulai pumping saat Ilan umur 1 bulan (ini termasuk telat yaaa… pump as soon as possible!). Jadwal pumping sayapun tidak rutin 1-3 jam sekali, hanya saya pompa bila payudara terasa penuh. Padahal sesuai prinsip asi tadi, maka payudara yang penuh justru menghambat produksi asi. Jadi saya amat sangat menyarankan bagi emak2 yang baru memulai karir menyusui untuk pumping rutin 1-3 jam sekali. Biasanya saya pumping pagi bangun tidur dan malam hari. Nah, konon menyusui/pumping malam2 itu membantu meningkatkan produksi asi karena hormon prolaktin juga sedang oke2nya di malam hari.

Awal saya mulai pumping dapetnya cuma seupriiiit banget, sekitar 30-60ml. Lebih parah lagi karena saya males pumping jadi sehari paling cuma dapet 3x60ml, kadang malah cuma 2x hihihi. Hampir tiap liat kulkas eyangnya Ilan komen “manaaa? Manaa? Masa cuma ada 6 kantong? Ah kalo begini mah bisa2 minum susu botol (formula) aja”. Entah mengapa, cibirannya umi malah seperti pecut haha.. saya makin semangat tp tetap tidak makin rajin pumping. Singkat cerita,  penghasilan pumping saya meningkat. Saat Ilan usia 2 bulan, sekali pumping saya bisa menghasilkan 100-150ml. Dan saat Ilan 2,5 bulan, saya berhasil mengumpulkan ±6 L asip. Ini termasuk sedikit kalau saya baca pengalaman mami2 lain. Ya begitulah akibat kemalasan saya hehe..

Selepas masa cuti bersalin saya habis, dalam sehari saya biasa pumping 4-5 kali dengan rincian 2-3 kali di kantor dan 1-2 kali di rumah. Tapi itu hanya terjadi di awal saja sodara sodara! Akhirnya yang terjadi saya jalani sampai usia Ilan 6 bulan adalah rutin 3 kali pumping yaitu 2 kali di kantor (jam 11.00 dan jam 15.00) serta 1 kali di rumah yaitu tengah malam atau subuh (tergantung mood). Saat 2,5-6 bulan (sebelum mpasi), untuk kebutuhan Ilan sehari (7am-6pm) ilan menghabiskan 500-700 ml. Nah rincian pendapatan asip saya adalah sebagai berikut:
Pumping 1 dan 2 (di kantor) dapat 400-500 ml. Pumping 3 (di rumah) dapat 150-250 ml. Kalau sabtu dan minggu hanya pumping 1 kali di rumah.

Dengan hasil pumping seperti di atas, sampai Ilan usia 6 bulan saya bisa menambah stok 5-1,5 L tiap minggunya. Alhamdulillah, akhirnya Ilan lulus asi eksklusif tanpa sekalipun saya bermasalah dengan kekurangan asip. Walau pernah beberapa kali pas2an (tidak bisa menambah stok). Jumlah stok akhir saya saat Ilan 6 bulan ±20 L. Tapi karena penyakit males saya tersebut (dan juga karena Ilan sudah mulai makan), lama2 kebutuhan asip berkurang, dan makin malaslah saya hehe.. usia Ilan 6 bulan ke atas, dimulailah periode kejar tayang. (Lho? Kan stoknya banyak? Hehe.. nanti ya, kenapa sampai kejar tayang, saya bahas di subbab penyimpanan).

Jangan pernah membanding-bandingkan hasil pumping kita dengan orang lain. Karena biasanya kalau hasil kita lebih sedikit, yang timbul adalah minder. Jumlah hasil pumping itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Yang pertama kebutuhan bayi. Yakin deh, kebutuhan asip bayi tuh beda2. Hasil asip saya insya Allah akan cukup untuk Ilan, tapi mungkin lebih/kurang untuk bayi lain. Selanjutnya hasil pumping juga dipengaruhi oleh psikologis ibu. Ibu yang senang, meningkatkan hormon oksitosin. Hormon inilah yang membuat asi ngucur (deras) sehingga hasil pumping bisa banyak. Nah yang bertanggungjawab terhadap si oksitosin ini selain ibu, tidak lain tidak bukan adalah ayah. Iyes, alhamdulillah selama saya menyusui, ayahnya Ilan rela mengambil alih hampir semua peran saya seperti nyuci, masak, beresin rumah. Aaaaah *kecup kecup ayah Ilan*. Maka dari itu, menurut saya, booster asi yang paling oke adalah melakukan hal2 yang disukai. Kalau sukanya makan tumis kangkung tp memaksakan diri makan sayur katuk ya malah ngga ngaruh kan.

Haduh jadi kepanjangan nih ceritanya ngalor ngidul. Intinya, memerah/memompa asi harus dilakukan rutin kalau bisa 1-3 jam sekali (ingat prinsip prolaktin!).Makanya, kalau jago marmet asik banget kan? Kalo model saya yang bergantung sama pompa efeknya males pumping karena refot hehe. Trus mood dan perasaan harus dijagaaaaa banget (demi oksitosin). Nah untuk hal terakhir harus minta dukungan suami tercinta. Oke, lanjut yaaaaa.. setelah asi keluar dari pabriknya, apa yang harus dilakukan?

Menyimpan asip
Prinsip penyimpanan asip adalah: semakin dingin maka asip akan semakin awet dan tahan lama. Jadi kata kuncinya adalah suhu. Demi menghasilkan asip yang tahan lama, saya dan suami memutuskan untuk menyewa deep freezer. Saya sewa  di sini. Untuk daya simpan asip saya merujuk ke manajemen asip versi ID_ayahasi. Tabelnya bisa dilihat di link tersebut yaaaa. *males ngetik ulang*.

Ada beberapa cara pengelolaan asip, saya rangkum seperti dibawah ini:

  1. first in first out, jadi setiap habis pumping langsung dimasukkan ke freezer kemudian yang diberikan ke bayi adalah yang tanggalnya paling lama. Kekurangan dari cara ini adalah bayi selalu mendapat asip beku, yang mana kandungan antibodinya sudah tidak sebaik asip cair (fresh).
  2. First in first out plus fresh breastmilk, dengan cara ini bayi mendapat asip beku dan asip segar. Jadi, setelah pumping sebagian asip dibekukan untuk stok dan sebagian diberikan ke bayi untuk besoknya (dikombinasi antara asip fresh dan asip beku). Misalnya bayi minum 6 botol, yg 3 botol asip beku dan 3 botol asip fresh (yang diperah kemarin). Dengan begitu stok akan terus2an berputar.
  3. Fresh breastmilk as priority (haduh maafkan ini rada ngarang haha). Jadi mengupayakan selalu memberi asip fresh dibandingkan asip beku. Keuntungannya bayi mendapat asip yang masih mengandung antibodi yang banyak (asip fresh lebih baik dari asip beku). Kekurangannya stok tidak berputar dan setiap hari adalah kejar tayang hehe.

Cara yang saya pakai adalah yang nomor 3. Jadi mengutamakan untuk memberi Ilan asip fresh, kalau sisa baru dijadikan stok dan kalau kurang baru mengambil stok. Dengan cara seperti ini Alhamdulillah sampai Ilan 6 bulan selalu mendapat asip fresh yang baru diperah 1 hari sebelumnya. Tapi setelah mpasi, konsumsi asip Ilan berkurang dan karena saya juga mulai malas pumping tengah malam, produksi saya mulai mepet. Kejar tayang setiap hari. Akhirnya sekarang, kadang2 saya pakai cara yang ke-dua juga deh.

Nah secara garis besar, tahapan proses asip saya setelah dipumping dapat dilihat pada gambar berikut:

image

Jadi, hasil pumping yang ada saya utamakan untuk Ilan minum besok. Asip yang untuk besok saya masukkan ke dalam Avent Breastmilk Storage Bottle. Biasanya saya siapkan 8 botol berisi 100 ml tiap botolnya. Kalau masih ada sisa, saya masukkan ke dalam botol UC sebanyak 100 ml. Kalau sisanya tidak ada 100 ml nanti besoknya saya tambahkan lagi hingga 100 ml. Jadi, asip yang seuprit2 bisa dijadikan 1 porsi sekali minum (ditambah hasil pumping berikutnya) dengan catatan maksimal hasil pimping 24 jam dan saat dituang keduanya pada kondisi suhu yang sama. Balik lagi ke nasib asip saya…. setelah dimasukkan ke tiap2 botol, saya masukkan semuanya ke kulkas bawah. Prinsip asip lainnya yaitu sensitif terhadap perubahan suhu drastis. Jadi kalaupun untuk stok, sebelum dimasukkan freezer ditaruh dulu di kulkas biasa paling cepat 30 menit untuk menghindari penurunan suhu ekstrim dari suhu ruang ke suhu deep freezer. 8 botol yang untuk Ilan tadi, apabila besoknya sisa (tidak habis), saya berikan lagi untuk hari berikutnya. Misal: hari senin saya siapkan 8 botol untuk Ilan, eh Ilan hanya habis 6 botol, nah yang 2 botol saya berikan untuk hari Selasa. Asip di kulkas bawah tahan 3-6 hari (lihat tabel daya tahan asip versi ID_ayahasi).

Kalau di kantor, setelah pumping asip saya masukkan ke kulkas. Kebetulan di ruang kantor saya ada kulkasnya. Untuk yang di kantornya tidak ada kulkas, asip hasil pumping dapat dimasukkan ke coller bag yang sudah dilengkapi ice gel (ingat prinsip asip makin dingin makin awet). Tetapi untuk penganut penyimpanan asip cara 1 (first in first out), apabila di kantor ada freezer, dapat langsung dibekukan. Penyimpanan asip baiknya sudah dalam 1 porsi (sekali minum) untuk mempermudah pencairan asip. Baiklan, mari lanjut ke tahap pencairan.

Mencairkan asip
Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, untuk menjaga agar kerusakan kandungan asip tidak parah, kita harus mencegah perubahan suhu yang ekstrim. Nah, sesuai prinsip tersebut untuk mencairkan asip beku, tidak boleh langsung dengan mencelupkan asip beku ke air panas. Jadi caranya asip beku yang mau disajikan hari ini, malam sebelumnya asip beku dimasukkan dulu ke kulkas. Kalau sampe saat mau disajikan masih juga beku, sebaiknya dicairkan perlahan di bawah air mengalir. Kemudian setelah semua cair, untuk menghangatkan dapat dimasukkan ke dalam air hangat. Jadi kalau untuk penganut cara 3, lebih enak lagi karena asip sudah cair, tinggal menghangatkan. Setiap bayi itu berbeda-beda. Ada yang suka hangat, ada juga yang suka asip suhu ruang, bahkan ada juga yang suka asip dingin hehe.. suka-suka bayi lah. Artikel tentang mencairkan asip dapat dilihat di sini.

Pemberian asip diusahakan jangan menggunakan dot untuk menghindari bingung puting, nursing strike dan ketergantungan pada dot (susah disapih). Ilan sempat pakai dot, tapi karena tragedi nursing strike, dot pun saya hentikan dan diganti dengan sendok. Memang sih pemberian asip dengan menggunakan media selain dot perlu usaha latihan dulu sebelumnya dan kesabaran pengasuhnya. Alhamdulillah eyangnya Ilan mau mengalah demi kebaikan bersama hehe… Oiya, kabar baiknya, sekarang Ilan sudah pintar minum dari gelas lho, bahkan kalau menggunakan botol yang pakai sedotan, Ilan sudah bisa memegang minumannya sendiri. Media lain yang banyak disarankan antara lain cup feeder, soft cup feeder dan sendok. Bisa dipilih sesuai keinginan bayi. Untuk lebih lengkap terkait cara dan media pemberian asip, dapat membaca artikel dari AIMI (linknya: ini dan ini).

Agenda lain setelah pulang kantor selain menyiapkan asip untuk hari berikutnya adalah mencuci botol dan sendok yang kotor hehe.. ini lumayan menguras energi lho (*lebay). alhamdulillah dengan cara pengelolaan asip mengutamakan yang fresh cucian botol saya berkurang. Lho kok bisa? ya karena saya tidak perlu mencuci botol bekas asip bekunya kan?. Bayangkan kalau asip beku dulu kemudian setelah cair dipindah ke media lain.. kan jadi dobel. Selain itu tanpa dot juga membuat lebih praktis dan mengurangi cucian perlengkapan asip. Ini penting buat saya heuheuheu..*emakmales*. setelah dicuci, semuanya tinggal dimasukkan ke sterilizer. Cuma saya pribadi tidak terlalu ketat masalah per-steril-an ini. Setelah Ilan 6 bulan saya mulai jarang mensteril hihihi..

Yasudahlah sepertinya makin tidak fokus nih ceritanya. Kalau tulisan saya malah membingungkan, sebaiknya langsung cek dari link-link yang saya cantumkan. Insya Allah link tersebut shahih dan bisa dipercaya. Menyusui sambil bekerja memang banyak yang perlu disiapkan. Pun perlu energi yang tidak sedikit. Biasanya saat saya sedang capek, ngantuk dan merasa males sekali pumping atau mencuci botol dan perlengkapan pumping saya kerap meyakinkan diri saya: “cuma 2 tahun ko, dan ini ngga akan bisa diulang, kebaikan asi akan melindungi Ilan seumur hidup, masa ngga rela sih?”. Yes, mari berikan yang terbaik untuk buah hati yang Allah percayakan pada kita. Semangat buat semua ibu bekerja!

Apabila ada di antara emak ASI(p) seperjuangan yang pengen diskusi dan sharing lebih lanjut terkait dunia perASI(p)an dengan emak Ilan satu-satunya ini… atau sekedar ada yang ingin ditanyakan karena tulisan di atas kurang jelas hehehe. Atau malah ada masukan untuk perbaikan tulisan saya, aaaah saya welkam bingit. Feel free to contact me via arsiputri@gmail.com atau sms/WA 087881092321. Mari saling dukung, demi terpenuhinya hak buah hati tercinta :)

Baca juga tulisan saya lainnya:

/P U T R I/

54 thoughts on “Manajemen ASI Perah (ASIP) Untuk Ibu Bekerja

    1. Iya banyak yg bilang ngaruh mba tri. Ita make avent manual sama unimom mezzo. Dipakenya sekaligus (double pump). Rada2 akrobat sih, tp hasilnya banyak :)

  1. Aku udah mulai perah dri umay umur beberapa hari..karna cuti yg cuma 2bulan..waah mbak put sehari bisa 400-500ml dikantor?dahsyat..aku blm masuk kantor nii..jd deg2an mau pumping dikantor nanti..btw aku sering langsung masukin ke freezer hsil pompaku..salah ya brrti slama ini..haduuhh..

    1. Wah mba icha kereeen udah mulai sejak dini nyetoknya.. don’t worry, yakin aja asi kita cukup dan selalu mensyukuri berapapun dapetnya.. kalau saya yg membantu bgt itu pumping malem/subuh.. hasilnya bisa buat tambahan stok dan nambal kekurangan yg dr kantor. Semangat mba icha! Iya sebaiknya setelah diperah dimasukkan dlu ke kulkas bawah (chiller) biar penurunan suhunya bertahap. Cmiiw.

  2. mba, kalo asip yg diturunin dari freezer ke chiller itu pas udah mencairnya saya cobain kok rasanya asam dan baunya tengik, ya? padahal itu hasil perah sebulan yg lalu, trus saya juga ikuti cara2 penyimpanan asip yg benar, botol kaca juga bersih dan steril. jadinya udah 3 botol asip saya buang karena rasanya bikin saya muntah. trus yg di chiller beneran bisa sampe <8 hari? kemaren saya buang asip yg udah 5 hari di chiller krn rasanya juga aneh. help :(

    1. Dear mba keisha, thanks for reading.
      Asip yang sudah dibekukan (didiamkan di kulkas cukup lama) memang setelah mencair akan berbau tengik (bau besi). Hal ini normal dan disebabkab karena aktivitas enzim lipase. Pada beberapa kasus malah ada yg kandungan lipase di asipnya tinggi sehingga baru 3 hari saja sudah tengik. Nah, dari beberapa referensi yang saya baca, utk mengatasi masalah lipase td, bisa dengan cara scalding. Yaitu dengan merendam asi yg baru diperah ke dalam air panas 80 derajat celcius selama 10-15 menit, kemudian didiamkan sampai tdk panas lagi lalu masukkan freezer/kulkas sesuai kebutuhan. Nah sayangnya cara tersebut mengurang zat antibodi di asip. Jadi sebaiknya dicobakan dulu ke bayi asipnya, kalau bayi tidak masalah dengan asip tsb ya tdk perlu discalding. Smoga membantu ya.. oiya asip di chiller bagusnya sampai 3 hari saja, tp bisa juga sampai 3-6 hari (maaf saya salah ketik sampai 8 hari, trima kasih koreksinya).

      1. Oh, jd tetep dikasiin ke bayi gpp, ya? Kalo di-scalding sayang, ya. Yg kemaren saya buang krn ga tega ngasinya. Mudah2an bayi saya mau minum asipnya. Ntar dicobain, deh. Makasih infonya ya, mba :)

      2. Iyaaa.. konon, yang paling tahu kondisi asip itu bayi lho.. jadi kalau bayi ngga masalah dgn bau besinya ya lebih baik diberi tanpa scalding… semangat ngASI(p)!!

    1. Halo mba nit, trima kasih sudah mampir. Biasanya saat freezer mau didefrost, sebagian asip saya pindahkan ke freezer kulkas, kemudian sisanya saya bungkus kertas koran (agar lebih awet tidak mudah mencair) lalu dimasukkan ke cooler box dan ditambahkan es batu di sela2nya. Jadi sehari sebelum defrost saya buat es batu dulu yang lumayan banyak mba.. pernah juga asip2 saya titipkan dulu sebagian di rumah ortu (kebetulan dekat). semoga membantu yaa..

  3. Salam kenal mbak,,,
    Nma saya asta, sungguh menarik utk manjemn asip yg sgt luar biasa,,,,
    Aq sama sperti ibu2 lain yg mnyusui,tp wanita karier jg, skrg bbyku usia 3m2w, tekad,, si bby mesti ASix,, min S1,,, tpi aq pny kndala dlm majemen ASIP, skrg kejar tyng, dan ttp hsil perahn itutdk ckup,, ( trpksa adek ipar mndonorkan asiny ke bbyku).
    Setlh aq bc artikel diatas, trnyta aq slh dlm hal pumpingnya, dkntor hny 1x pumping jam 3, (kerj 8am – 4 pm) skli pumping dpt 150-170, plngny aq pumping lg 3x mlm, tgh mlm n sbuh, rt2 dpt 60 :(
    Jd skli lg, hadilny gak ckup buat bby. Btw aq ngiriiii bgt liat hasil Asipnya mbak..
    Mhon sranny y mbak… thank U so much….

    1. Halo mba asta, salam kenal juga. Kalo melihat jam kerjanya (±8 jam) idealnya pumping 3 kali di kantor. Sering merapel pumping memang dampak jangka panjangnya adalah mengurangi produksi asi. Saya salah satu korbannya :(. Nah untuk meningkatkan lagi produksi asi, saya mencoba power pumping. It works for me. Memang hasilnya ngga instan, sekitar semingguan baru mulai terasa lebih cepat refillnya hehe. Kemudia ada juga beberapa ibu yang hasil perahnya sedikit karena belum mendapatkan metode yang tepat. Ada yang dengan marmet hasilnya malah lebih banyak, ada juga yang cocoknya menggunakan breastpump tertentu (saya contohnya kalau pakai BP elektrik malah seret). Nah, selain itu kalau buat saya, double pumping juga meningkatkan hasil perah dan mengurangi durasi pumping. Worth to try. Memang kunciannya itu di rajin mengosongkan PD. Kemudian mba asta pastikan juga bahwa dedenya mendapatkan cukup asi dapat dilihat dari BB dan BAKnya. Semoga membantu yaa.. tetap semangat ngasi(p)!

  4. iy mbak, hari ini aq coba pumping 3x shari, alhamdulillah ada kenaikn jumlah pumping, yg biasany sekali perah itu dtp 150-170 skrg dpt 200 :) ap dengan cara ini, terus2an akan menambah hasil perahnya ya mbak? krn dari yang asta baca dari jawaban mbak diatas, 1 mnggu, akan menghasilkan asip yang lbh bnyak lagi. semoga saja y Mbak… btw ap ada makanan atau suplement tmbahan? saat ini aq juga mengkonsumsi asifit dan susu prengen… heheheh

    1. Iyak! Betul sekali.. dengan menambah frekuensi mengeluarkan asi, insya Allah produksi akan meningkat.. apalagi walaupun sudah meningkat produksinya, mba asta tetep konsisten disiplin pumping, yakin deh bisa melimpah stoknya. Kalo untuk booster asi, saya penganut paham “asal suka dan percaya insya Allah berpengaruh” hehe.. Booster asi favorit saya adalah susu kedelai, jus jambu, kacang ijo, sop iga dan ngga lupa dipijitin pundaknya sama suami :D. Kalau suplemen penambah asi, kadang-kadang saya minum saat saya rasa produksi sedang turun-turunnya (biasanya saat awal menstruasi), IMO ngga ngaruh banget ya.. tapi buat nambah2 percaya diri aja hehe.. salam ya mba untuk dedenya.. semangat ngasi(p)!

  5. Mbak maaf,,, ap bs berbagi pngalamanny lbh intens,,,, mgkn lwt Bbm, sms, whatsup, email atau wechat mbk,,,? Saya bnr2 ingn lbh memprbnyak ASIP.. jd sapa tau mbk berkenan, agar bs mmbntu jwb prtnyaan saya dsaat saya dilnda kbngungan n drop smngat :’)…. klo mmg brknan bs mbk emailkn ke saya utk media yg saya sbutkn di atas ke astati_libra@yahoo.com, trima ksh sblmny y mbak.

    1. Waaaah insya Allah saya senang sekali mba asta kalau kita bisa saling berbagi pengalaman.. apalagi seputar parenting dan motherhood yang sama-sama sedang kita pelajari ini :). Saya sudah emailkan ke mba Asta alamat email dan nomor hp saya. Iiih senangnya nambah sahabat. Semangat ngASI(p)!

  6. wah hebat ya mb putri… bayi sy dah 3 bln slm ini minum asip pake dot kl mau gnti pake cup feeder msh bsa gak ya coz skrg kyknya dedeknya dah gak pinter lg nyusu lgsg…

    1. Halo mba nita, insya Allah masih bisa bangetttttt.. bayi itu pembelajar yang sangat cerdas dan cepat. Saya pun akhirnya memberhentikan dot karena Ilan sempat nursing strike (mogok nyusu langsung). Dan itu rasanya patah hatiiiii banget. Semangat ngASI(p) mba nita!

  7. salam kenal mb putri, saya rossa, baby aq umurnya 4bln cowok..nyusunya kuat bgt, rossa sdh sebulan aktif bekerja tpi dikarenakan t4 kerja jauh jd gak bisa kalo istrahat pulang bwt menyusui..nah akhir2 ini kok asinya berkurang biasa sekali pumping 170 – 200 ML tapi itu bs 4-5 jam bru mompa, nah sekarng sdh aktif 3 jam sekali pumping hasilnya paling2 dapat 100 ml,,ada gak mb tips gimana biar asinya bs melimpah, krn takutnya gak bs mmemuhi kebutuhan sehari babyku(kerja dari jam 8 pagi – 4sore)..iri liat temen yng sekali pumping bs 200ml..
    bisa inbox no hp atw pin bb mb di rossa_amelia@yahoo.co.id..ditunggu ya mb..makasih

    1. Haaaai mba Rossa salam kenal juga.. *toss dulu ah baby kita sama2 laki2 nih :). Menurunnya produksi ASI bisa macem2 sebabnya. Bisa karena stress bekerja, bisa juga karena frekuensi pumping yang kurang. Prinsip produksi ASI adalah makin sering dikeluarkan makin banyak produksinya. Tapi hasil pumping juga ada faktor yg bisa mempengaruhi seperti breastpump yang dipakai. Kalau di saya, pumping tengah malam dan power pumping membantu sekali meningkatkan hasil perah. Daaaan jangan lihat pabrik sebelah hehe.. kebutuhan bayinya kan juga beda. Usia bayi 4 bulan biasanya produksi ASI udah settle, udah menyesuaikan sama kebutuhan bayi. Mungkinkah si dede minum ASIPnya sedikit? Kalau boleh tahu, pakai media apa diberikannya?
      Semangat ngASI(p)! *peluuuukkk*

      ps: no hp saya kirim via email. Asiiiiik nambah teman!

  8. assalamu’alaikum wrwb..
    mba putri… slm kenal ya. saya nina. aku bru 2 mnggu melahirkan bayi cwo. insya Allah bertekad sukses asi smpai s2.. (aamiin)…

  9. Mba..ak kayanya dah telat deh manajemen asipny,coz seminggu lg ak masuk kerja,ak baru mli pumping..itupun hasilna seiprit cm 50ml..ada kali stgh jm pumpingny..ap karna salah teknik y?ad ga teknik2 trtentu yg bisa nambahin hasil pumping?thx

    1. Haaai Reshi, maaf baru baca.. ngga ada kata terlambat. Coba double pumping.. trus setiap malam usahain rutin pumping.. daaaaan jangan khawatir ataupun takut, itu bisa bikin stress malah jadi susah LDR. Semangat ngASI(p) mba Reshi!!!!

  10. Mba putri..sya rina,Insya Allah awal feb mau lahiran..nahh..kbtulan sya jg krja dr jm 7-jm 3 sore..cuti 3 bln..niat ku mantapp baby hrz ASI..(krn dy bkn anak sapi,hwee..)
    Smga bsk bs lncar ya mba..manajemen ASIP na jg bner..aminn,
    Sya blh mnta no.hp na mba ga??krim ja k email sya d harpot_87@yahoo.co.id
    trimakasi bnyk..

    1. Halo mba Rina.. maaf yaaaa saya baru sempat balas sekarang.. Gimana nih mendekati HPL makin dag dig dug pasti :D. Semoga lancar yaaa.. Nomor hp saya, saya kirim via email ya. Semangat NgASI(p)!!!

    1. Hai Mba Astri.. terima kasih sudah berkunjung.. tentu dooong saya senang dan riang gembira menjalin pertemanan. Via email sudah saya kirim yaaaaa.. *toss new mommy* daaaan Semangat NgASI(p)!!!

  11. Mba Putri…seneng bgt nemu tulisan mba yg menginspirasi bgt…jd makin semangat ngASI(p)…mau donk mba d emailin no hp ato WA ato apa gt, makasih bnyk mbaaa

  12. Bagus bgt mbak manajemen asinya. Selama ini aku cr2 tulisan spt ini. Anakku br 5w, sehari biasanya cuma pumping 3kali rata2 70ml. Jd kayak mb putri deh, kejar tayang. Smp kadang neneknya ngomel, kurang asinya, pake sufor j. Duh rasanya gmn gt waktu denger. Dl dah di beritau bidan suruh pumping tiap 3jam tp males hehehe. Habis bc ini, semangat mau rutin pumping tiap 3jam :)
    Bg no hp ya mbak, biar bs tanya2 klo ada yg bingung :)

  13. Hallo mba Putri, senang sekali bisa baca tulisan mbak ini. Ohya salam kenal dulu, namaku Yeni. Aku punya baby usia 9m5d. Sekarang aku lagi ngerasain kegalauan yang amat sangat karena hasil pumpingan lagi berkurang banget :( :( sedih banget rasanya. Sebenernya sih ga mau mikirin, tapi kepikiran pastinya. Emang sih aku tau minggu2 belakangan ini aku makan asal kenyang, ga mikirin asupan gizinya. Trus juga kerjaan lagi buanyaakk banget, jadinya setres kerjaan kali ya. Biasanya aku pumping 2x sehari. 1x di kantor dan 1 kali di rumah. Alhamdulillah kalo ditotal skitar 400-500 ml seharinya. Tapi sekarang pumping di kantor palingan cuma dapet 50 ml, jadi aku tambahin frekuensi pumpingnya jadi 2x di kantor, dan di rumah juga sesering mungkin, biar kekejar bisa dapet 3-4 botol sehari. Maaf ya mba ceritaku kepanjangan. Lagi pengen curhatin semua yang aku rasain sekarang. Suami sih sudah mencoba menenangkan, tapi tetep aja masih ada rasa kekhawatiran. hehe.

    1. Hai mba yeni, terima kasih sudah berbagi :) Stress memang bikin ASI seret mba yeni. Coba luangkan waktu utk refresh sejenak. Coba power pumping untuk meningkatkan ASIP lagi. Tapi setelah power pumping, jadwal pumpingnya hrs disiplin yaaaa.. semangat ngASI(p)!

  14. Mbaa minta no hp or pin bb nya ya aku mau tanya soalnya asi yg aku mskkan k bawah kulkas kok bau yaa stlh 4hari…aku ibu baru jd ga paham

  15. aku nyetok banyak..di frezeer yang kulkas 1 pintu..kemarin beku..td pagi karena listrik mati sdh pada cair..apa bisa di simpan dalam kulkas lagi

    1. Haiii mba Sonya, kalo masih ada bunga es (beku sebagian) masih bisa. Tapi kalo sudah mencair seluruhnya, hanya tahan maksimal 24 jam :( uuuuuh sedih ya. Tetap semangat ya!

  16. dear mba putri
    mba baby ku bru 12D. nah ak msuk kerja nnti awal agustus. Nah mnrut mba ak bisa mulai pumping kapan ya?? ak jg msih blm paham bgt manajemen asi.. nnti babyku diurus sma ibuku soalnya..
    seblmny trmakasih yaa.. nti kapan2 ak wasap boleh kan ya?

    1. Hai mba Zulfa salam kenal!

      Saran saya adalah sesegera mungkin mba. Bisa mulai dengan rutin satu kali setiap hari, lalu ditambah perlahan-lahan. Boleh kok kalau mau sharing-sharing lewat whatsapp. Dengan senang hati :)

      Semangat ngASI(p)!

  17. Slm kenal mbk putri…
    Jd smangat lg deh pake BP lg buat si buah hati, cz asip sy hasilnya g bs mlimpah. Baby jg minumnya dikit cz cuman pake sendok. Tdnya sih tak coba pake berbagai model nipple jg g mau, tak pikir kl pake dot kan bs banyak minumnya. Gmn y mbk, biar baby bs minum banyak n idealnya brp ml kah dlm 8 jam saat ditinggal kerja?thanx b4.

    1. Salam kenal mba Yuna! Maaf ya, saya baru respon. Memang lebih baik dot dihindari ya mba. Kebutuhan asip tiap bayi beda2 mba, tergantung usianya. Kalau sekitar 3 bulan kira2 70-100 ml sekali minum per 2 jam. Tapi tetep yaaa, beda2 tiap anak. Konon, kalo di siang hari minumnya kurang, nanti balas dendam di malam hari. Tetap semangat ya mba!

  18. Hallo mba putri, seneng bgt baca pengalaman mba…
    Sy mau tnya mngenai asi yg disimpan di dlm coolerbag apa boleh dimasukkan ke dlm freezer?dan bsa bertahan brp lama stelah dimasukkan freezer?karna di kantor tdk ada lemari es utk simpan hasil pumping nya. Mksih mba sbelumnya…

    1. Haaaai mba Uti salam kenal. Sorry for late reply. ASIP di dalam cooler bag tahan 12 jam tergantung ice gel-nya ya mba. Kalau jam kerja 8-10 jam insya Allah kuat mba. Sampai rumah sebaiknya ditaruh di kulkas bawah dulu sekitar 1 jam agar suhunya turun perlahan. Abis itu langsung deh dimasukkan freezer. Tetap semangat!!!

  19. Mba putri seneng bgt d baca tulisan mba, wah… Pengetahuan mba yentang asi udh keren bgt y… Klo aq mah minim bgt. Tp tetep bertekad utk asi eksklusif. Makanya saya minta izin buat nyatet no.telp mba ya… Biar bisa wasapan. Hehehe. Nanti klo saya ada pertanyaan boleh tanya2 y mba

  20. Halo mba Putri trims ya artikelnya menyemangati sekali, saya bookmark tiap hari baca supaya semangat breastfeeding..

    salam kenal saya ricca.. boleh tanya mba pumping pake pump manual avent itu pegel nda? trus pd nya sakit nda?

    aku sebulan lagi back to work tapi stock asip belum terlalu banyak karena dedenya mau nyusu langsung terus jd kadang takut kurang buat dia minum, jadi tunggu dia bobo baru saya perah pake breastpump electric..

    soal memberi asip dengan cup itu juga tantangan, banyak dengar teman yang kerja mereka e-pumping n gak pernah langsung nyusu tapi asi tetap ada karena rajin diperah… lg galau karena omanya suka bingung klo dede bayinya bangun dari tidur dan nangis udah susah banget kasih pake cup. Doain ya semoga aku bisa beri asi buat dede bayi ku.

    Trims^^ Gbu

    1. Halo Mba Ricca salam kenal!
      Kalo seingat saya sih ngga sampai pegal yang gimana ya mba. Mungkin karena saya double pumping juga, jadinya cepat selesai. Jangan khawatir kehabisan ASI, karena makin dikeluarkan, produksinya makin banyak. Coba dirutinkan salah satu waktu untuk pumping. Kalo pengalaman saya tengah malam. Nah, setelah rutin, setiap tengah malam ASI saya jadi banyak sekali mba dan harus pumping karena sampe penuh dan keras :D . Saran saya, tetap hindari dot ya mba. Semangat ngASI(p)!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s